Cari

Loading

Kamis, 29 November 2012

Menristek: Diversivikasi Makanan Tidak Bisa Dari Luar!





 Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Gusti Muhammad Hatta (GATRAnews/ Adi Wijaya)

Jakarta, GATRAnews
- angkat bicara terkait program pemerintah menuju swasembada pangan pada 2014 nanti. Menurutnya, jika ingin mencapai target tersebut maka konsumsi makanan yang berasal dari luar (Impor-RED) harus dikurangi. "Kalau kita ingin diversifikasi makanan itu tidak bisa dari luar. Kita ingin memecahkan masalah bukan untuk menambah masalah baru," jelas Gusti kepada wartawan disela-sela acara Widyakara Nasional Pangan dan Gizi X, Selasa kemarin (20/11). 


 Lebih jauh dijelaskan oleh Gusti untuk memecahkan masalah tersebut, secara makro kearifan lokal masyarakat Indonsia yang ada dalam makanan harus diangkat kembali. "Secara makro ada sagu, ada jagung dan yang lainnya. Dulu masyarakat kita makan itu, belum lagi secara mikro, yang khas daerah harus kita angkat lagi," ujarnya.

Kemenristek, lanjut Gusti juga mengatakan bahwa selama ini pihaknya mendukung  berbagai riset yang dilakukan oleh berbagai instansi atau masyarakat dalam mengelola makanan khas lokal. "Kita mendukung selama ini, misalkan sagu dibuat jadi mie, atau singkong yang dibuat tepung. Itu kita dukung," ungkapnya.

Terkait daging sapi yang dijadikan bagian dari komoditas utama penambah protein, Gusti mengatakan bahwa itu tidak saklak. Tiap daerah mempunyai potensinya masing-masing untuk menambah protein. "Tergantung potensi masing-masing daerah ada yang cirinya sapi, telor atau ayam sebagai penambah protein. Tidak mungkin juga semua sapi," pungkasnya. (WFz)

Sumber: Gatra News

Tidak ada komentar:

Posting Komentar