Peneliti dari F-Technopark Institut Pertanian Bogor (IPB) melahirkan produk pangan alternatif mirip beras yang diberi nama “beras analog.” Ada juga yang menyebutnya “beras artificial”, “beras tiruan” dan lainnya.
“Produk mirip beras yang kita kembangkan dibuat dari tepung lokal selain beras dan terigu,” kata Dr. Slamet Budijanto, Direktur F-Technopark Fakultas Teknologi Pertanian IPB di Bogor (15/4).
Dikemukakannya bahwa produk pangan tersebut dirancang khusus untuk menghasilkan sifat fungsional dengan menggunakan bahan tepung lokal, seperti sorgum, sagu, umbi-umbian dan bisa ditambahkan “ingridient” pangan, seperti serat, antioksidan dan lainnya yang diinginkan.
Menurut Slamet, di luar negeri seperti China dan Filipina, diproduksi dari beras menir menjadi beras utuh untuk kebutuhan fortifikasi vitamin atau mineral tertentu. “Di antaranya untuk fortifikasi zat besi,” katanya menambahkan.
Mengenai teknologi pembuatannya, menurut dia, Technopark menggunakan teknologi ekstrusi menggunakan “tween screw extruder” dengan “dye” yang dirancang khusus dengan mengatur kondisi proses dan formulanya.
Dikagumi Menteri BUMN
Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengajak tiga orang mahasiswa IPB keluar negeri atas keberhasilan mereka menciptakan produk pangan alternatif mirip beras yang diberi nama “beras analog” tersebut dalam kuliah umum memperingati 60 tahun Pendidikan Pertanian Indonesia di Gedung Graha Widya Wisuda IPB (17/4).
Pada kesempatan pertemuan tersebut, Annisa Karunia menyampaikan temuan baru beras analog yang dilakukan dirinya dan tim.
Dahlan mengaku kagum dengan kemampuan IPB menciptakan beras analog tersebut. Ia pun akan mencoba memasak beras analog pemberian mahasiswa tersebut.
Sumber: antaranews.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar