Cari

Loading

Kamis, 05 Juli 2012

Banyak Konsumsi Beras Kurang Sehat, Perlu Diversifikasi Pangan

LENSAINDONESIA.COM: Dalam pandangan Prof Dr Ir Purwiyatno Hariyadi, gerakan diversifikasi pangan belum berhasil mengubah pola konsumsi masyarakat Indonesia. Bahkan, jika kita tergantung pada satu jenis makanan pokok, maka resiko yang dihadapi akan sangat besar dan negara menjadi rentan.

Oleh karenanya, perlu ada dorongan yang kuat untuk mensukseskan diversifikasi pangan, termasuk dalam hal ini pihak industri perlu didorong untuk memproduksi produk-produk pangan olahan berbasis bahan-bahan baku lokal yang sangat kaya di Indonesia.
Prof Purwiyatno menambahkan, ketika bicara diversifikasi pangan diubah tujuan bukan untuk kurangi beras, tapi untuk membuat menu menjadi lebih bergizi. “Sekarang menu pangan kita masih terlalu banyak di dominasi beras. Ubah kebiasaan makan banyak beras karena kurang sehat,” ujarnya.
Tujuannya adalah bagaimana menciptakan individu yang sehat dan produktif itu bisa dicapai dengan produk pangan yang beragam. Jika ini dilakukan maka, pelan-pelan diversifikasi pangan akan terjadi, “ jelas Kepala Seafast Center, LPPM IPB saat menjadi narasumber talkshow bertajuk Paradigma Baru Diversifikasi Pangan di ajang Agrinex 2012 Jakarta Convention Center, Jumat (30/3/2012).
“Kalau kita mau meniru model komunikasi yang berhasil dalam konteks diversifikasi pangan ini adalah saat gandum disosialisasikan sebagai pilihan alternatif pangan,” tegasnya..
“Hal yang penting sekarang adalah bagaimana menciptakan produk pangan selain beras yang mudah diolah dan menarik minat. Untuk produk pangan selain beras, harus memiliki kriteria mudah diolah. Selama ini, produk diversifikasi pangan yang ditawarkan membutuhkan usaha yang lebih keras dalam mengolahnya jika dibandingkan dengan mengolah beras,” paparnya.
“Diversifikasi pangan memiliki sejarah panjang. Faktor budaya menjadi faktor dominan yang mempengaruhi berhasil tidaknya diversifikasi pangan. Ternyata mengubah budaya itu tidak mudah. Namun, kita tidak boleh berhenti. Upaya harus terus dilakukan,” jelasnya. @dody

Tidak ada komentar:

Posting Komentar