Cari

Loading

Senin, 15 Oktober 2012

Warga Jabar Mulai Kurangi Makan Nasi

BANDUNG, (PRLM).- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) kembali mendorong agar masyarakat mengurangi konsumsi beras pada Upacara Peringatan Hari Pangan Sedunia ke-32 yang diperingati tingkat provinsi di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (12/10/12). Meski mengurangi makan nasi merupakan pekerjaan besar, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan warga Jabar sudah mulai melakukannya.

Masyakarat Indonesia khususnya di Jabar sudah mulai beralih ke jenis makanan sumber karbohidrat lain selain beras. Heryawan mengatakan konsumsi beras di Jabar sekarang turun menjadi 105 kg per orang per tahun dari jumlah sebelumnya yang mencapai 130 kg per orang per tahun. Meski penurunan jumlah ini belum signifikan, Heryawan melihat adanya kemauan masyarakat untuk mengubah jenis makanannya.

“Mengurangi makan nasi itu sulit karena masyarakat kita sudah sangat terbiasa dengan beras. Paling tidak, sekarang masyarakat kita sudah kenal beras analog yang sebenarnya bukan beras seperti yang dikonsumsi selama ini, tetapi bisa berfungsi seperti beras. Masyarakat harus terus dikenalkan pada produk ini,” kata Heryawan saat ditemui wartawan usai upacara.

Dia mengatakan, pemerintah pun sudah mulai menggunakan beras analog dalam resepsi dan acara-acara perhelatan di pemerintah. Ke depan, pemerintah berkomitmen terus menggunakan beras ini sekaligus mengenalkannya agar juga dikonsumsi masyarakat luas. Meski kondisi pangan di jabar masih aman, menurut Heryawan masyarakat tidak harus menunggu kekurangan beras lebih dulu baru mengonsumsi ubi, talas, jagung, dan singkong.

“Karena beras analog masih terlihat seperti beras dan namanya juga ada kata “beras” mudah-mudahan bisa memenuhi harapan masyarakat yang secara psikologis memang menginginkan nasi. Padahal sebenarnya sumbernya dari jagung, singkong, dan ubi. Pada sisi lain, sumber karbohidrat lainnya juga harus tersedia. Jangan sampai saat masyarakat beralih ke ubi, tetapi ubinya tidak ada,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan Daerah (BKPD) Jabar Diden Trisnadi mengatakan sekalipun, sudah mengalami penurunan, konsumsi beras di Indonesia masih jauh dari negara-negara Asia Tenggara yang rata-rata mengonsumsi beras 60 kg per orang per tahun. Belakangan, masyarakat mengurangi makan beras sebenarnya cenderung karena kebutuhan akan kesehatan yang ingin mengurangi kadar gulanya. (A-199/A-88)***

Sumber: Pikiran Rakyat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar