Cari

Loading

Rabu, 06 Juni 2012

Ethnic Food Festival Pamerkan Makanan Khas Kuningan Non Beras

Kuningan, InfoPublik - Aneka ragam makanan Khas Kuningan dipamerkan dalam Ethnic Food Festival, yang digelar di halaman gedung Dinas Perindag Kabupaten Kuningan selama dua hari, pada Rabu-Kamis (30-31/5).
Festival tersebut diikuti oleh 40 pelaku Usaha IKM makanan olahan dan 32 Tim Penggerak PKK se-Kabupaten Kuningan. Dari Ethnic Food Festival tersebut akan dipilih peserta terbaik yang nantinya akan difasilitasi untuk dipromosikan pada pameran Regional di Bandung dan Pameran Nasional di Surabaya.
Kepala Dinas Perindag Kabupaten Kuningan, Nana Sugiana mengatakan, tujuan dari  Ethnic Food Festival non beras ini adalah untuk mendorong masyarakat dalam diversifikasi pangan olahan non beras sekaligus mendorong produk-produk makanan olahan industri kecil menengah (IKM) agar dapat diserap oleh took-toko modern.
Sementara itu, Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda dalam sambutannya mengatakan, bahwa wisata kuliner telah berkembang sedemikian rupa menjadi salah satu alternatif penting bagi wisatawan di lokasi-lokasi potensial.
Dengan dilaksanakannya kegiatan Ethnic Food Festival ini merupakan bukti bahwa Kabupaten Kuningan memiliki keragaman makanan tradisional khas, serta layak dikedepankan sebagai bagian dari potensi dan kekayaan daerah.
Makanan-makanan tradisional ini mempunyai nilai dan daya jual yang tinggi jika mereka bisa mengemasnya dalam kemasan yang menarik, karena dari nilai rasa makanan khas Kuningan memang sudah dinilai mempunyai cita rasa yang sangat enak.
Seperti Tape Ketan dan minuman Jeruk Nipis Peras khas Kuningan kini sudah dikenal tidak hanya di dalam negeri tetapi juga sudah merambah dunia Internasional. Ke depan makanan-makanan tradisional khas Kuningan ini dapat mengikuti kesuksesan untuk Go Internasional.
“Saya yakin dan percaya jika hal ini ditekuni secara serius semuanya akan mudah dicapai. Pemerintah Daerah dalam hal ini siap memfasilitasi melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan melalui event-event regional dan nasional lambat laun makanan ini akan dikenalkan kedunia luar,” kata Aang. (mckuningan/dink sa/toeb)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar