Hal itu dikemukakan ahli gizi dan teknologi pangan dari Institut Pertanian Bogor sekaligus anggota Kelompok Kerja Ahli Dewan Ketahanan Pangan, Made Astawan, dalam diskusi Mengenal Nutrisi Tepat dan Presisi untuk Tumbuh Kembang Anak , Rabu (9/5/2012).
Rata-rata konsumsi beras dunia 60 kg per kapita per tahun. Namun, konsumsi beras Indonesia mencapai 139 kg per kapita per tahun pada tahun 2009. Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan Malaysia dengan 80 kg per kapita per tahun, Thailand 90 kg per kapita per tahun, dan Jepang sebesar 60 kg per kapita per tahun.
"Nasi mendominasi isi piring masyarakat Indonesia. Kalau belum mengonsumsi nasi dianggap belum makan," ujarnya.
Untuk mencapai diversifikasi pangan, menurut Made, paling baik dengan menganjurkan tiap wilayah mengede pankan pangan unggulan lokal. Untuk sumber karbohidrat saja, Made mencontohkan, ada lebih dari 30 jenis mulai dari jagung, aneka ubi jalar, ubi kayu, pisang, talas, gembili, huwi, ubi kayu, gadung, sukun, dan suweg.
Selain itu, diperlukan pula diversifikasi konsumsi yakni melengkapi karbihidrat dengan protein dan lemak yang seimbang. Pengembangan pangan lokal harus disertai penelitian, teknologi pengolahan, dan pengembangan resep makanan agar lebih mudah diterima masyarakat.
Nasi mendominasi isi piring masyarakat Indonesia. Kalau belum mengonsumsi nasi dianggap belum makan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar