Cari

Loading

Jumat, 06 Januari 2012

Bahan Pangan Lokal Alternatif Pengganti Beras

LANGKAT--MICOM: Bupati Langkat, Sumatra Utara, H Ngogesa Sitepu, berharap agar Dinas Pertanian segera merealisasikan bahan pangan lokal sebagai alternatif pengganti beras.

"Kita harus sadari bahwa pertumbuhan penduduk Langkat terus meningkat," kata Ngogesa Sitepu, di Stabat, Kamis (29/12).

Imbauan itu disampaikannya dihadapan para petani, ketika memberikan bantuan mesin pertanian dan bantuan infrastruktur pertanian kepada berbagai kelompok tani yang ada di Langkat, serta kegiatan lomba pangan.

Bahan pangan lokal alternatif tersebut, kata Ngogesa Sitepu punya kandungan korbohidrat setara beras diantaranya ubi kayu, ubi jalar, jagung, keladi.

Sehingga pada gilirannya, bahan pangan yang ada di Langkat ini, semakin beragam dan tidak semata-mata mengandalkan beras sebagai bahan makanan pokok sehari-hari.

Ngogesa Sitepu menjelaskan program pengembangan diversifikasi pangan dan gizi merupakan salah satu upaya strategis jangka panjang yang dapat mengurangi konsumsi beras.

Pada bahagian lain dikatakan Bupati Langkat, bahwa saat sekarang ini permasalahan mendasar yang dihadapi petani di pedesaan adalah kurangnya akses sumber permodalan, pemasaran dan teknologi.

"Maka untuk mengatasi dan menyelesaikan permasalahan tersebut pemerintah telah menetapkan program yang fokus seperti bantuan langsung benih unggul, pupuk, alat mesin pertanian, infrastuktur pertanian serta permodalan," katanya.

"Semua bantuan tersebut untuk meningkatkan produksi dan produktifitas komoditi pangan kita,"lanjutnya.

Dia berharap penyuluh pertanian, bina kelompok tani, dengan memeberikan motivasi, agar petani kita dapat merubah prilaku, sikap dan keterampilannya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Langkat Basrah Daulay menjelaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan instansinya untuk upaya alternatif pengganti beras adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi pangan yang beragam.

Bila ini terlaksana tentu akan dapat pla meningkatkan kualitas hidupnya, dan mendorong kreatifitas masyarakat memilih, menentukan, menciptakan menu beragam, bergizi, dan berimbang.

"Serta membiasakan keluarga untuk mengkonsumsi aneka menu makanan beragam dan aman untuk kebutuhan sehari-hari sesuai potensi wilayahnya," katanya. (Ant/Ol-3)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar