BATUJAJAR,(GM)-
Pemilik kantin di kompleks perkantoran Pemkab Bandung Barat, Jalan Raya Batujajar memenuhi imbauan untuk tidak menjual nasi pada Rabu (2/11). Sebagai gantinya, pemilik kantin menjual keruk kentang, lontong singkong, nasi reundeu (berbahan baku singkong), dan jenis makanan berbahan baku umbi-umbian.
Pemilik kantin "Nani Mustika", Ny. Nani mengganti nasi dengan nasi singkong atau nasi reundeu yang bahan bakunya dari ampas singkong. Ny. Nani membeli 5 kilogram nasi singkong dari pedagang nasi reundeu di Cireundeu, Kota Cimahi.
"Tiap hari saya menyediakan nasi sebanyak 5 kilogram. Nasi singkong yang saya siapkan juga sama banyaknya, yaitu 5 kilogram," kata Nani di Batujajar, Rabu (2/11).
Meski nasi beras diganti nasi singkong yang khusus didatangkan dari Cireundeu, namun harga tiap porsinya tetap sama. Harga satu porsi nasi singkong lengkap dengan lauk-pauknya seperti ayam atau daging sapi ditambah tahu dan tempe Rp 10.000/porsi.
"Kemarin (Selasa, 2/11), para pemilik kantin dikumpulkan Plt. Sekda KBB, Rakhmat. Pertemuan itu membahas rencana gerakan 'One Day No Rice' yang dilaksanakan tiap Rabu. Pemerintah meminta semua pemilik kantin, khusus hari Rabu mengganti nasi dengan makanan non-nasi. Kita mendukung program ini supaya menekan konsumsi beras," ujarnya.
Hanya saja ia menyayangkan gerakan One Day No Rice tidak tersosialisasikan dengan baik kepada semua PNS, karena masih banyak PNS yang menanyakan nasi. Mereka tidak mengetahui kalau Pemkab Bandung Barat menggulirkan gerakan sehari tanpa nasi. "Alangkah baiknya di gerbang masuk kantor pemkab dipasang spanduk gerakan sehari tanpa nasi, biar terbaca oleh semua PNS," ujarnya.
Lain Nani, lain pula dengan Titi, pemilik kantin Gayasari. Kantin yang biasanya menjual paket ayam goreng, ayam bakar, dan ikan bakar ini mengganti nasi dengan lontong singkong yang dipadukan dengan sate ayam.
PNS belum siap
Meski pemilik kantin mematuhi anjuran pemerintah, namun sebagian PNS tampaknya belum siap untuk mengganti nasi dengan bahan olahan lainnya. Sejumlah PNS terlihat memilih makan di luar kompleks perkantoran yang belum terkena anjuran pemerintah tersebut.
"Saya tidak mempermasalahkan penggantian nasi dengan singkong, karena rasanya biasa saja. Malah aneh kalau melihat ada PNS yang tak terbiasa makan singkong sampai bersusah payah mencari nasi keluar kompleks perkantoran," kata Dede Rohman, pegawai Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) KBB, Dede Rohman.
Diberitakan sebelumnya, Pemkab Bandung Barat mengeluarkan surat edaran kepada pedagang yang berjualan di kompleks perkantoran untuk menyukseskan gerakan One Day No Rice (Satu Hari Tanpa Nasi), Rabu (1/11). (B.104)**
Tidak ada komentar:
Posting Komentar