ANTARAJAWABARAT.com,1/7 – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mencanangkan gerakan tidak mengkonsumsi nasi sehari dalam sepekan, hal tersebut dilakukan sebagai upaya diversifikasi pangan untuk menekan ketergantungan akan beras. “Kita memang sudah mengajak untuk tidak makan nasi minimalnya satu hari dalam sepekan sejak lama, saat ini kita canangkan kembali agar tidak mengkonsumsi nasi setiap hari Rabu. Kita coba mencari alternatif karbohidrat lain seperti singkong dan makanan khas daerah lainnya,” kata Ahmad Heryawan, dalam sambutannya saat membuka acara festival keanekaragaman makanan berbahan baku lokal di Cihampelas Walk, Bandung, Jumat.
Menurut Gubernur, konsumsi beras masyarakat Jawa Barat jika dirata-ratakan mencapai 105 kilogram per orang per tahunnya dan angka itu hanya beda tipis dengan angka konsumsi beras secara nasional yaitu 130 kilogram per orang per tahun.
Oleh karena itu, dia mengajak seluruh masyarakat agar mencoba untuk tidak makan nasi dalam satu harinya setiap minggu misalkan pada hari Rabu.
Dikatakannya, untuk saat ini masyarakat Jawa Barat mengkonsumsi nasi dalam satu harinya sama dengan hasil panen padi seluas 3.000 hektare.
Maka, kata Heryawan, jika dalam satu hari warga Jabar tidak mengkonsumsi nasi setiap minggu satu hari dapat menghemat hasil panen dalam sebulannya sekitar 12.000 hektare.
Ia mengatakan, untuk mencari alternatif makanan lain berkarbohidrat bisa memanfaatkan makanan khas yang saat ini sudah menjadi makanan budaya lokal seperti singkong, talas, jagung, atau umbi-umbian.
“Kalau ini diterapkan, selain melakukan penghormatan terhadap nilai makanan lokal, juga akan berimplikasi pada penghematan pangan,” kata Heryawan.
Dia menjelaskan, memberikan perhatian terhadap makanan produk lokal jangan diartikan tidak bermutu, karena produk lokal yang berasal dari negeri sendiri memiliki fungsi dan nilai yang sama dengan makanan lainnya.
“Oleh karenanya saya menghimbau kepada Disperindag Jabar supaya terus mendorong makanan berbahan baku lokal ini menjadi industri baru. Sehingga, nantinya produk tersebut dapat dikonsumsi banyak orang dan dapat mendukung upaya untuk diversifikasi pangan,” katanya.
Gubernur juga mengajak kepada kalangan pengusaha untuk bersama-sama mengembangkan makanan berbahan baku lokal dalam bentuk dan produk yang dikemas semenarik mungkin seperti dijual dengan cara membuka kafe khas makanan berbahan baku lokal.
“Hal ini tentunya akan mendukung makanan-makanan lokal untuk dapat dikonsumsi secara luas,” kata Heryawan.***3***
Ajat S
Tidak ada komentar:
Posting Komentar