Cari

Loading

Selasa, 05 Juli 2011

Gubernur Canangkan Rabu Tanpa Nasi

CIHAMPELAS,(GM)-
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan meminta masyarakat tidak mengonsumsi nasi setiap hari Rabu. Permintaan ini dilakukan sebagai upaya diversifikasi pangan agar masyarakat tidak selalu bergantung pada beras.

"Kita memang sudah sejak lama mengajak warga tidak makan nasi minimal satu hari dalam seminggu. Nah, sekarang kita gaungkan kembali program itu setiap hari Rabu," kata Heryawan usai membuka acara Festival Keanekaragaman Makanan Berbahan Baku Lokal di Ciwalk, Jln. Cihampelas Bandung, Jumat (1/7).

Dikatakan, dipilihanya program sehari tanpa nasi pada Rabu karena berada di pertengahan hari selama satu pekan. Program sehari tanpa nasi ini sebagai upaya menjaga ketahanan pangan. Sebab masih banyak potensi olahan makanan selain beras yang belum tergali.

Apalagi, katanya, konsumsi masyarakat Jabar terhadap nasi masih sangat tinggi. Konsumsi beras masyarakat Jabar mencapai 105 kilogram/kapita/tahun. Angka itu hanya beda tipis dengan angka konsumsi beras nasional yang mencapai 130 kilogram/kapita/tahun.

Dikatakan, untuk mencari alternatif makanan lain berkarbohidrat bisa memanfaatkan makanan khas yang saat ini sudah menjadi makanan budaya lokal. Misalnya, singkong, talas, jagung, atau umbi-umbian. "Jika ini diterapkan, selain melakukan penghormatan terhadap nilai makanan lokal, juga akan berimplikasi pada penghematan pangan," ujar Heryawan.

Selain itu, Heryawan juga mengajak kepada kalangan pengusaha dan masyarakat Jabar untuk bersama-sama mengembangkan makanan berbahan baku loka dalam bentuk dan produk yang dikemas semenarik mungkin. Misalnya dengan membuka cafe di setiap perkantoran atau mal yang menunya khas makanan berbahan baku lokal. Sebenarnya, kata Heryawan ajakan untuk sehari tidak makan nasi ini sudah lama. ”Tapi kita baru melegalkan sekarang," katanya. (B.96)**

Tidak ada komentar:

Posting Komentar