Jumat, 22 Maret 2013
Perempuan, Kunci Pengentasan Gizi Buruk
Metrotvnews.com, Jakarta: Gizi buruk yang melanda Indonesia menjadi salah satu target yang harus dientaskan dalam Millenium Development Goals (MDGs). Dalam pencapaian target tersebut, kaum perempuan menjadi kunci utamanya.
"Saya kira seharusnya tidak boleh terjadi (gizi buruk). Negara kita adalah negara yang sebenarnya pertanian kalau bisa dibilang baik, kelemahannya di pendidikan. Nah, pendidikannya ini siapa? Kaum perempuan. Jadi, saya harapkan kaum perempuan lebih pandai, lebih cerdas sehingga kalau mau punya anak bagaimana mendidik dan menjaga kesehatan anaknya," kata Utusan Khusus Presiden RI (UKPRI) untuk MDGs Nila Moeloek usai melapor ke Wakil Presiden Boediono tentang MDGs di Kantor Wapres, Senin (18/3).
Diingatkan Nila, kaum perempuan menjadi kunci utama lantaran peran mereka sebagai ibu yang memberikan makanan ke anak.
Ia khawatir jika pengetahuan kaum perempuan terhadap gizi justru membuat si anak menjadi malnutrisi dan berintelektual rendah.
"Kalau saya menjadi bodoh, saya tidak akan bisa memberikan anak saya makanan yang baik, IQ pun jadi rendah dan malnutrisi. Padahal makanan yang bergizi bisa dari mana saja, tidak harus makan nasi," terang Nila yang pernah menjadi calon menteri kesehatan itu.
Karena masih tergantungnya masyarakat Indonesia terhadap asupan nasi, Nila berharap adanya diversifikasi pangan atau pengganti nasi.
Ia pun berharap dengan adanya diversifikasi maka gizi buruk pada anak Indonesia dapat dikurangi.
Nila yakin dengan pengetahuan dan diversifikasi pangan maka gizi buruk akan menurun.
"Kita bisa berubah kok, masa kita tidak berubah? Kita harus optimis, kalau pesimis nanti kita nangis terus," tegas Nila.
Indonesia saat ini menempati posisi lima besar negara di dunia sebagai negara yang memiliki anak dengan gizi buruk.
Adapun secara nasional, diperkirakan ada sekitar 4,5% dari 22 juta balita atau 900 ribu balita mengalami gizi kurang atau gizi buruk pada tahun 2012. (Fidel Ali Permana)
Editor: Basuki Eka Purnama
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar