Jumat, 19 Oktober 2012
Wapres: Hindari Salah Urus Sektor Pertanian
Wakil Presiden (Wapres) Boediono mengajak semua pihak terkait untuk menghindari penyebab utama kedua dari kekurangan pangan, yaitu salah mengurus sektor pertanian pangan kita. Caranya, semua pihak (pemerintah, dunia usaha, petani) bersama-sama mengawal kebijakan pertanian pangan kita dengan sebaik-baiknya.
“Mari kita gunakan anggaran negara dengan tertib dan efisien untuk meningkatkan produktifitas pangan kita dengan membangun infrastruktur, memberdayakan institusi-institusi pendukung pertanian dan meningkatkan penelitian dan pengembangan (R & D) dibidang pangan, dan bukan untuk subsidi yang tidak tepat sasaran atau kegiatan-kegiatan lain yang rawan penyelewengan,” kata Wapres Boediono ketika membuka puncak peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) Ke-32 Tingkat Nasional di Arena Pameran Temanggung Tilung, Palangka Raya, Kamis (18/10).
Lebih lanjut Wapres meminta adanya kajian penerapan sistem insentif yang rasional bagi para pelaku pertanian pangan, sehingga mereka bergairah untuk mengembangkan usahanya, untuk berinvestasi dan berinovasi untuk meningkatkan produktifitas mereka dan untuk memperoleh nilai tambah dari produk-produk pangan kita melalui pengembangan agroindustri pangan modern.
Wapres juga mengingatkan, pentingnya belajar dari kenyataan bahwa sekarang ancaman bencana alam semakin besar. Caranya, dengan membangun sistem antisipasi dan penanggulangan bencana yang efektif, termasuk nantinya sistem asuransi pertanian yang efektif.
“Kita harus berusaha sekuat tenaga untuk tidak tergantung kepada pasar dunia bagi kebutuhan pangan kita. Dan bagi pangan pokok, kita bahkan harus menargetkan posisi surplus yang aman. Upaya kita untuk mencapai swasembada beras, gula, jagung, kedelai dan daging harus kita laksanakan dengan sungguh-sungguh dan dengan komitmen tinggi oleh semua pihak,” tegas Wapres.
Pencapaian sasaran-sasaran itu, lanjut Wapres, tentu harus tetap realistis. Tidak hanya sekedar melarang impor tanpa memperhatikan kecukupan suplai dan kestabilan harganya di dalam negeri. Karena, apabila terjadi kelangkaan pangan dan gejolak harga, meskipun dalam waktu singkat, maka kerawanan pangan di dalam negeri akan timbul dengan konsekwensi selanjutnya berupa gejolak sosial yang akan sulit dikendalikan. Z’Di negara manapun, gejolak pangan identik dengan gejolak sosial,” pesan Wapres.
Wapres mengingatkan, dalam situasi dunia dan iklim yang serba tidak pasti stok pangan nasional harus cukup setiap saat. Untuk pengaman stok kran impor tidak boleh ditutup, karena impor adalah satu-satunya katup pengaman kita apabila karena berbagai sebab produksi dalam negeri tiba-tiba turun. :Tapi memang impor harus ditargetkan secara bertahap menurun, seiring dengan keberhasilan kita meningkatkan produksi dalam negeri,” ujarnya.
Tema Hari Pangan Sedunia (HPS) untuk Tahun 2012 adalah " Agricultural Cooperatives - Key to Feeding The World ", semangat tersebut diterapkan secara Nasional dengan mengusung tema, "Agroindustri Berbasis Kemitraan Petani Menuju Kemandirian Pangan". Pelaksanaan HPS Tahun 2012 dipusatkan di Temanggung Tilung, Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Turut hadir mendampingi Wapres, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa dan Kepala Perwakilan FAO di Indonesia Mustafa Amir. Acara dihadiri pula oleh Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang, Bupati dan Walikota se-Provinsi Kalimantan Tengah, serta para penggiat pertanian yang hadir dari seluruh Indonesia. (Setwapres/WID/ES)
Sumber: Setkab RI
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar