Cari

Loading

Kamis, 04 Agustus 2011

Pemerintah Gunakan Rp1,7 Triliun untuk Stabilisasi Pangan

Jakarta, (Analisa). Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, agar harga kebutuhan pokok selama puasa dan menjelang lebaran tetap stabil pemerintah akan menggunakan dana stabilisasi bahan pangan sebesar Rp1,6-1,7 triliun.
Sementara bahan pokok yang mengalami kenaikan dan perlu segera kita lakukan upaya stabilisasi, yaitu daging ayam, daging sapi, kedelai, tapi telur sudah mulai turun pada minggu pertama ini.

"Kita akan menggunakan dana stabilisasi bahan pangan pokok kita. Semula dana itu sekitar Rp2 triliun, baru kita gunakan saat ini untuk memberikan bantuan kepada petani yang mengalami puso kira-kira Rp300-an miliar.

Kemudian, dana tersebut ditambah lagi pada APBNP ini sekitar Rp600-an miliar, sehingga total dana kita masih tersedia Rp1,6-1,7 triliun, dan kita tadi sepakat khusus untuk raskin ke-13 ini kita pertimbangkan untuk kita diberikan mengingat pada bulan-bulan desember tersebut adalah pada saat paceklik," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa usai rakor ketersediaan bahan pokok dan stabilisasi harga bahan pokok di Jakarta, Rabu (3/8).

Dikatakan, pemerintah terus memantau perkembangan, ketersedian, dan stabilisasi harga di seluruh tanah air. Sehingga pemerintah terus mengikuti perkembangan harian dari harga-harga dan ketersediaan.

Menutu Hatta, berdfasarkan laporan dari posko yang telah ditentkan pemerintah, ketersediaan bahan pokok cukup aman. Sementara harga kebutuhan pokok cenderung menurun lebih dari 5 persen seperti caber rawit.

Sedangkan penurunan harga dibawah 5 persen yakni cabe merah, bawang merah, gula pasir, minyak goreng curah, minyak goreng kemasan. Sedangkan harga beras termurah mulai stabil dan turun 0,2 persen minggu pertama Agustus ini.

Stabilisasi Harga Cukup Berhasil

"Stabilisasi harga yang kita lakukan cukup berhasil untuk terus menekan agar tidak terjadi kenaikan harga-harga kebutuhan pokok," tegasnya.

Menyinggung tentang stok beras, Hatta mengatakan, ketersediaan beras Bulog cukup aman, serta Bulog akan terus meningkatkan pengadaan dalam negeri.

Untuk jalur distribusi, menurut Hatta, akan mengamankan secara maksimal jalur-jalur distribusi dan meningkatkan sistem logistik kita, terutama mengamankan penyebrangan Merak-Bakauheuni dengan meningkatkan armada dengan cara meningkatkan terus sampai puncaknya beroperasi selama H-7 sampai H+7 lebaran.

Sementara untuk Operasi Pasar (OP) terus akan kita lakukan dan ditingkatkan di semua daerah-daerah yang mengalami kenaikan, bersamaan dengan itu pula maka dilakukan pasar-pasar murah yang dilakuka oleh BUMN melalui program CSR, kemudian pemda-pemda kita libatkan, serta perusahaan-perusahaan besar yangg terkait langsung dengan bahan-bahan pokok tersebut.

Hal senada juga dilontarkan Menteri BUMN Mustafa Abubakar, untuk menurunkan harga bahan pokok saat ini sebanyak 10 BUMN akan menggelar OP murah di 20 provinsi di Indonesia. Sementara dana yang disediakan untuk OP tersebut sebesar Rp110 miliar.

"Kami sediakan 110 miliar dari dana Pasar murah BUMN Peduli (PKBL)," katanya.

Saat ini sudah ada 3 provinsi yang siap melaksanakan pasar murah, yaitu DKI Jakarta, Riau, dan Jawa Barat. Untuk DKI Jakarta, sebanyak 58 ton beras, 16 ton gula, 13,5 ton minyak goreng siap dikucurkan untuk pelaksanaan pasar murah dengan bantuan PT Perkebunan Nusantara (PN) VII.

Sementara untuk di Riau, dari PTPN V menyediakan 98,9 ton beras, 34,5 ton gula, dan 39,5 ton minyak goreng. Kemudian di Jawa Barat disediakan 336,3 ton beras, 112,1 ton gula, 112,2 ton minyak goreng,

"Itu penyelenggaranya ada PTPN VIII, PTPN V, dan ada gabungan dari PTPN II, III, IV, termasuk Pelindo dan BRI,"tegasnya. (try)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar