TENGGARONG : Kawasan demonstrasi plot (demplot) Pekan Nasional (Penas) XIII Petani Nelayan 2011 seluas 25 hektar diusulkan untuk dijadikan semacam agrowisata atau agrotechno park, pasca kegiatan nasional pertemuan petani nelayan se-Indonesia yang akan berakhir pada 23 Juni mendatang.
Kawasan demplot ini akan dikelola pihak kementerian bekerjasama dengan pemerintah daerah, termasuk kabupaten Kutai Kartanegara selaku tuan rumah berlangsungnya Pekan Nasional Petani Nelayan 2011.
Area demplot itu memamerkan berbagai program pengembangan, inovasi dan teknologi di sektor pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan ini berlokasi di Desa Perjiwa, Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Kawasan ini dibangun oleh pihak kementerian terkait dengan pemerintah provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kabupaten Kukar, sejak Mei 2010 guna mendukung pelaksanaan Penas XIII.
Sri Wahyuningsih, Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengatakan pihaknya mengusulkan agar demplot itu dijadikan sebagai lokasi agrowisata untuk pengembangan dan pembelajaran pertanian, peternakan dan sektor lainnya.
“Nantinya memang perlu pengelolaan dan peningkatan infrastruktur penunjang. Ini masih dibicarakan, termasuk payung hukumnya. Tetapi kawasan demplot ini diupayakan untuk tetap dipertahankan dan kami menunggu dukungan dari semua pihak," katanya kepada Bisnis hari ini.
Sri menegaskan Pemkab Kukar menginginkan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait mencari bentuk pengelolaan demplot, misalnya dijadikan sebagai agrotechnopark atau agrowisata.
Sri menegaskan Pemkab Kukar menginginkan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait mencari bentuk pengelolaan demplot, misalnya dijadikan sebagai agrotechnopark atau agrowisata.
Agus Heru, peneliti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kaltim, mengatakan pihaknya saat ini meminjam pakai lahan masyarakat dengan kompensasi berbagai macam hasil panen diserahkan kepada mereka.
“Melalui pembangunan kawasan demplot ini kami ingin transfer teknologi, meski itu belum terlaksana secara optimal karena kendala teknis," katanya.
Di kawasan demplot ini telah ditanam berbagai varietas tanaman pangan, peternakan, perikanan dan perkebunan.
Di kawasan demplot ini telah ditanam berbagai varietas tanaman pangan, peternakan, perikanan dan perkebunan.
Demplot terbagi atas empat klaster yakni swasembada pangan dan swasembada berkelanjutan, peningkatan nilai tambah daya saing dan ekspor, diversifikasi pangan, dan energi mandiri, selain kawasan display oleh berbagai SKPD terkait.
"Baru kali ini demplot dikelola secara bersama-sama oleh pemerintah, petani dan swasta. Untuk tenaga kerja kami melibatkan 100 orang, termasuk petani dan masyarakat setempat," kata Agus Heru.
Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak sebelumnya mengatakan pihaknya telah menyampaikan kepada Menteri Pertanian (Mentan) Suswono bahwa pemerintah daerah berkeinginan untuk mengelola kawasan demplot ini dan ketertarikan tersebut mendapat persetujuan dari menteri.
"Baru kali ini demplot dikelola secara bersama-sama oleh pemerintah, petani dan swasta. Untuk tenaga kerja kami melibatkan 100 orang, termasuk petani dan masyarakat setempat," kata Agus Heru.
Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak sebelumnya mengatakan pihaknya telah menyampaikan kepada Menteri Pertanian (Mentan) Suswono bahwa pemerintah daerah berkeinginan untuk mengelola kawasan demplot ini dan ketertarikan tersebut mendapat persetujuan dari menteri.
Bahkan, kata Awang, mentan mengharapkan agar kawasan tersebut nantinya dikelola secara bersama antara Kementerian terkait dengan pemerintah provinsi dan kabupaten, yakni menjadikan kawasan ini sebagai lahan percontohan dan pengembangan pertanian.
Kepala Dinas Peternakan Kaltim Ibrahim menambahkan bekas lokasi demplot peternakan akan dijadikan pasar ternak. Ini dinilai sangat sejalan dengan upaya mempertahankan kawasan tersebut sebagai lokasi agro wisata.
Kepala Dinas Peternakan Kaltim Ibrahim menambahkan bekas lokasi demplot peternakan akan dijadikan pasar ternak. Ini dinilai sangat sejalan dengan upaya mempertahankan kawasan tersebut sebagai lokasi agro wisata.
"Setelah pelaksanaan penas sejumlah kandang kambing dan sapi tidak dibongkar. Namun, kami akan perbaiki dan sempurnakan lalu diisi berbagai kegiatan yang berhubungan dengan pengembangan dan pembangunan sektor peternakan," pungkasnya. (sut)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar