Cari

Loading

Rabu, 22 Juni 2011

Hari Krida Pertanian ke 39


Dalam pranata mangsa, kurun waktu satu tahun diuraikan tentang pergerakan musim secara lengkap yang meliputi pergerakan musim hujan, kemarau, angin, serangga, penyakit dan sebagainya. Tanggal 21 Juni merupakan saat permulaan musim ke-1 yang merupakan awal dari 12 siklus. Dari dokumen sejarah dan budaya, yang penting bagi masyarakat pertanian termasuk peternakan terutama di semua produksi pada umumnya masyarakat pertanian pada bulan - bulan tersebut selalu membuat perhitungan neraca atas usahanya, penyampaian puji syukur atas hasil yang diperolehnya serta mengevaluasi kelemahan dan kekurangan-kekurangannya untuk selanjutnya dicari langkah - langkah penanggulangannya. Atas dasar pemahaman dan upaya melestarikan budaya dan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur kita, maka setiap tanggal 21 Juni diperingati oleh segenap masyarakat pertanian; petani, peternak, pekebun, pegawai, pengusaha yang bergerak di sektor pertanian, sebagai Hari Krida Pertanian (HKP).
Penyelenggaraan pada tanggal tersebut adalah sebagai ungkapan rasa bersyukur, berbangga hati, sekaligus mawas diri (introspeksi) dan melakukan dharma bakti kepada masyarakat lainnya atas berbagai prestasi dan keberhasilan dalam melakukan kegiatan pertanian selama satu tahun. Disamping itu, penetapan tanggal 21 Juni sebagai Hari Krida Pertanian juga didasarkan atas pertimbangan bahwa setiap tanggal 21 Juni, ditinjau dari segi astronomi, matahari yang memberikan tenaga kehidupan bagi tumbuhan, hewan dan manusia berada pada garis balik utara (23,50 lintang utara), dimana pada saat itu terjadi pergantian iklim yang seirama dengan perubahan-perubahan usaha kegiatan usaha pertanian. Berdasarkan pemahaman terhadap kearifan budaya lokal tersebut, maka sejak tahun 1972, tanggal 21 Juni dijadikan sebagai Hari Krida Pertanian atau disingkat dengan HKP bagi segenap masyarakat pertanian di Indonesia. Penyelenggaraan HKP diperingati selama satu bulan penuh dengan berbagai kegiatan, mulai dari kegiatan bakti sosial, bakti krida, perlombaan olahraga dan kesenian serta kegiatan-kegiatan lainnya sebagai ungkapan rasa syukur dan kegembiraan.
Pada Hari Krida Pertanian masyarakat pertanian menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan nikmat yang dilimpahkan-Nya berupa kekayaan alam yang melimpah seperti bumi, air, matahari, iklim, kekayaan fauna dan flora serta mineral yang oleh masyarakat pertanian diolah dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan umat manusia.

“DENGAN MEMPERINGATI HARI KRIDA PERTANIAN KITA TINGKATKAN SEMANGAT MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN PETANI MELALUI DAYA SAING DAN ESKPOR HASIL PERTANIAN DAN SWASEMBADA BERKELANJUTAN”

Tema penyelenggaraan didasarkan pada pertimbangan bahwa meskipun dalam beberapa waktu terakhir ini kesulitan dan cobaan terus mendera berbagai sendi kehidupan bangsa, tidak terkecuali sektor pertanian, akan tetapi kita patut bersyukur bahwa ditengah situasi krisis pangan yang melanda dunia, sektor pertanian mampu tetap memelihara komitmen dan semangat yang tinggi dalam menghasilkan berbagai kebutuhan pokok bagi penduduk Indonesia. Komitmen dan semangat yang tinggi tersebut momentumnya perlu terus dijaga dan  ditumbuhkan melalui berbagai upaya untuk mendorong keberpihakan terhadap sektor pertanian sehingga dapat mempercepat peningkatan keberdayaan, kesejahteraan dan kemandirian petani.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua.
Yth. Saudara-saudara Sebangsa dan Setanah air;
Pertama-tama saya ingin mengajak hadirin sekalian untuk memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah Subhanahuwata’ala, karena atas segala rahmat serta karuniaNya yang selalu dilimpahkan kepada kita semua, sehingga pada hari ini kita hadir dalam acara pembukaan peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke 39 Tahun 2011 ini, dalam keadaan sehat wal’afiat. Pada kesempatan yang berbahagia ini, atas nama pribadi maupun pemerintah, saya ingin menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh insan pertanian, khususnya para petani, pekebun dan peternak di seluruh pelosok wilayah tanah air, yang telah bekerja keras dalam mewujudkan keberhasilan penyediaan bahan pangan, tidak hanya untuk kebutuhan ekonomi keluarganya, namun juga dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Saya menilai bahwa kerja keras dan sumbangsih para petani dalam peran serta menjaga stabilitas ketahanan pangan di tengah terjadinya perubahan iklim yang melanda dunia, merupakan perjuangan para petani yang tidak mudah. Peran serta dan kontribusi sektor pertanian yang merupakan hasil kerja keras para petani, pekebun dan peternak telah ditunjukkan dengan terealisasinya swasembada beras dan swasembada berkelanjutan pada tahun 2010 yang lalu dan saya harapkan akan terus ditingkatkan pada tahun 2011 ini. Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa sektor pertanian di masa kini dan masa mendatang diharapkan tetap berperan sebagai penyangga perekonomian nasional, karena kontribusinya yang sangat nyata, antara lain berupa: a) penyediaan pangan bagi lebih dari 230 juta jiwa penduduk Indonesia; b) penyediaan bahan baku industri; c) pencapaian produk domestik bruto/PDB; d) penghasil ekspor dan devisa negara; e) penyediaan lapangan pekerjaan; f) peningkatan pendapatan masyarakat petani, serta g) menjaga kelestarian dan keseimbangan lingkungan. Saudara-saudara petani dan pembina tani yang saya hormati, Dalam peringatan Hari Krida Pertanian ini kembali saya ingin mengingatkan, bahwa sesuai dengan Rencana Strategis Kementerian Pertanian Tahun 2010-2014 yang merupakan acuan dan arahan pembangunan pertanian, maka untuk merevitalisasi kembali pertanian sebagai motor penggerak pembangunan nasional telah ditetapkan 4 (empat) target utama pembangunan pertanian ke depan, yaitu: (1) pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan, (2) peningkatan diversifikasi pangan, (3) peningkatan nilai tambah, daya saing dan ekspor, dan (4) peningkatan kesejahteraan petani.
Untuk mencapai target utama pembangunan pertanian tersebut tentunya tidaklah mudah, karena saat ini kita sedang dihadapkan pada kondisi dan tantangan terjadinya fenomena perubahan iklim global (global climate change) yang memerlukan upaya antisipasi dan strategi yang tepat. Disamping itu dinamika lingkungan strategis baik internasional, regional maupun lokal yang semakin kompleks. Untuk menghadapi berbagai kondisi tersebut Kementerian Pertanian menerapkan Strategi 7 (tujuh) GEMA Revitalisasi, yaitu: revitalisasi lahan; revitalisasi perbenihan dan perbibitan; revitalisasi infrastruktur dan sarana; revitalisasi sumber daya manusia; revitalisasi pembiayaan petani, revitalisasi kelembagaan petani; serta revitalisasi teknologi dan industri hilir. Dalam pelaksanaannya, gerakan revitalisasi pertanian tersebut di lapangan membutuhkan kerjasama dan komitmen kuat dari para pelaku pembangunan pertanian, baik di pemerintahan, swasta, maupun para pemangku kepentingan dan masyarakat petani. Di samping itu juga diperlukan sinergi dalam mendorong tumbuhnya kebersamaan gerak langkah dan koordinasi yang harmonis di antara segenap pembina dan pelaku agribisnis dalam upaya terwujudnya kesejahteraan petani.
Hadirin yang saya hormati, Saya ingin menyegarkan ingatan kita kembali, bahwa Hari Krida Pertanian pada hakekatnya merupakan hari bersyukur, hari berbangga hati, dan sekaligus hari mawas diri, serta hari dharma bhakti bagi segenap insan pertanian. Pada hari tersebut segenap masyarakat pertanian menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat dan rahmat-Nya yang telah dilimpahkan kepada kita kekayaan alam berupa tanah, air, matahari, iklim dan kekayaan flora fauna dan lain-lainnya; yang oleh masyarakat pertanian diolah dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan seluruh umat manusia. Oleh karena itu, pada kesempatan yang berbahagia ini, marilah kita sejenak menundukkan kepala untuk menyampaikan rasa syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan berkah, anugerah dan rahmat-Nya kepada kita semua. Tema penyelenggaraan Hari Krida Pertanian yang ke 39 pada tahun 2011 ini adalah : “DENGAN MEMPERINGATI HARI KRIDA PERTANIAN KITA TINGKATKAN SEMANGAT MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN PETANI MELALUI DAYA SAING DAN EKSPOR HASIL PERTANIAN MENUJU SWASEMBADA BERKELANJUTAN” Dalam memaknai tema tersebut di atas, tentunya saya mengharapkan agar penyelenggaraan peringatan HKP yang ke 39 kali ini, tidak sekedar bermakna seremonial belaka, namun benar-benar dapat memberikan semangat dan motivasi bagi masyarakat pertanian Indonesia, untuk mengembangkan pertanian lebih maju dan mensejahterakan rakyat.
Terkait dengan hal itu, saya juga menghimbau agar seluruh pemangku kepentingan pembangunan pertanian secara aktif berperan serta dan menyemarakkan peringatan Hari Krida Pertanian ini dengan berbagai kegiatan nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan HKP ke 39 Tahun 2011 ini diharapkan dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah tanah air, mulai pada hari ini Selasa tanggal 21 Juni 2011 hingga hari Kamis tanggal 21 Juli 2011.
Hadirin yang berbahagia, Pada kesempatan ini, saya ingin menekankan kembali, bahwa mengantisipasi dampak terjadinya perubahan iklim, saya mengharapkan para petani untuk secara aktif mengikuti perkembangan informasi baik dari media massa, maupun dari para petugas penyuluh pertanian di lapangan dalam menata pola tanam dan usaha taninya. Pemerintah senantiasa berupaya mencari alternatif dan solusi teknis di bidang teknologi budidaya. Hal ini dimaksudkan agar dapat meminimalkan kerugian petani dan bahkan mampu memanfaatkan peluang meningkatkan nilai tambah dalam menuju swasembada berbagai komoditas pangan secara berkelanjutan.
Mengakhiri sambutan ini, saya ingin mengajak seluruh insan pertanian untuk senantiasa mampu menggelorakan semangat peringatan HKP untuk menyongsong pembangunan pertanian masa depan. Marilah kita senantiasa berdoa kepada Allah SWT, sehingga segala langkah dan upaya kita dalam mewujudkan peningkatan kesejahteraan petani selalu mendapatkan rahmat dan ridhoNya. Amin.

Billahitaufiq walhidayah, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

MENTERI PERTANIAN


ttd
Suswono

PENJELASAN RINGKAS ARTI DAN TUJUAN HARI KRIDA PERTANIAN
Tanggal 21 Juni merupakan Hari Krida Pertanian yang senantiasa diperingati oleh masyarakat pertanian yaitu para petani, peternak, pegawai, dan pengusaha yang bergerak di sektor pertanian. Penetapan tanggal 21 Juni sebagai Hari Krida Pertanian didasarkan atas pertimbangan bahwa pada tanggal tersebut ditinjau dari segi astronomis, matahari yang memberikan tenaga kehidupan bagi tumbuhan, hewan dan manusia, berada pada garis balik utara (23,50 lintang utara) dimana pada saat itu terjadi pergantian iklim yang seirama dengan perubahan - perubahan usaha kegiatan pertanian.

Pada akhir abad ke-IX mulai diperkenalkan apa yang disebut pranata mangsa, yaitu cara pembagian musim dalam 12 musim yang diuraikan secara lengkap antara lain meliputi hujan, angin, serangga, penyakit, dan sebagainya, dimana tanggal 21 Juni merupakan saat permulaan musim ke-I yang merupakan awal dari siklus 12 musim tersebut. Dengan demikian bulan Juni merupakan bulan yang penting bagi masyarakat pertanian. Kegiatan panen berbagai komoditi pertanian seperti kopi, cengkeh, lada, dan sebagainya pada umumnya dilaksanakan sekitar bulan Juni - Juli.

Masyarakat pertanian pada bulan - bulan panen itu selalu membuat perhitungan neraca atas usahanya, menyampaikan puji syukur atas hasil yang diperolehnya serta mengevaluasi kelemahan dan kekurangan - kekurangannya untuk selanjutnya dicari langkah - langkah penanggulangannya. Hari Krida Pertanian pada hakekatnya merupakan hari bersyukur, hari berbangga hati dan sekaligus hari mawas diri serta hari dharma bhakti. Setiap tahunnya diperingati oleh segenap masyarakat pertanian yakni para petani, peternak, pegawai dan pengusaha yang bergerak di sektor pertanian. Pada hari tersebut masyarakat pertanian menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan nikmat yang dilimpahkan-Nya berupa kekayaan alam yang melimpah seperti bumi, air, matahari, iklim, kekayaan fauna dan flora serta mineral-mineral yang oleh masyarakat pertanian diolah dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan umat manusia. Selanjutnya bermohon agar pada tahun-tahun berikutnya dapat memperoleh rahmat yang lebih besar dari pemanfaatan kekayaan alam tersebut dengan tanggungjawab untuk tetap melestarikannya. Hari Krida Pertanian juga merupakan hari berbangga hati atas prestasi dan hasil yang diperoleh setelah setahun penuh bekerja tanpa mengenal lelah, sehingga mampu menghasilkan bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan segenap masyarakat dan bahkan untuk di ekspor guna menghasilkan devisa yang diperlukan bagi pembangunan. Hari Krida Pertanian juga termasuk hari mawas diri dengan melihat kekurangan dan kelemahan-kelemahan yang dihadapi masa lampau untuk selanjutnya mengusahakan perbaikan dan peningkatan dalam menghadapi masa mendatang.

Hari Krida Pertanian adalah hari penghargaan kepada orang, keluarga dan masyarakat yang dinilai berjasa dan berprestasi dalam pembangunan bangsa dan negara, khususnya pembangunan di sektor pertanian. Pemberian penghargaan tersebut diharapkan akan dapat mendorong munculnya cipta karsa dan karya yang lebih besar dan berguna terwujudnya masa depan pertanian yang lebih dapat meringankan beban orang yang tengah menderita atau memerlukan bantuan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar